Budidaya Buah Naga Hitam

Budidaya Buah Naga Hitam

Budidaya Buah Naga HitamBudidaya Buah Naga Hitam

Pada umumnya buah naga dibudidayakan dengan cara stek atau penyemaian biji. Syarat tumbuh buah naga hitam secara umum sama dengan budidaya buah naga jenis lainnya. Buah naga hitam dapat tumbuh baik di Indonesia mulai dari dataran rendah sampai dataran tinggi. Keadaan lahan dan iklim di Indonesia sangat cocok untuk budidaya buah naga hitam ini. Jenis tanah yang cocok untuk mendukung budidaya adalah tanah yang gembur, porous (tidak becek), banyak mengandung bahan organik dan mengandung unsur hara, dengan pH tanahnya sekitar 5-7. Buah naga hitam, peka terhadap kekeringan dan akan membusuk bila kelebihan air, untuk itu penyiraman dan penyinaran matahari harus dipastikan cukup untuk mempercepat proses pembungaan.

SYARAT TUMBUH

Buah Naga atau Dragon Fruit tumbuh baik dalam keadaan sinar matahari langsung (intensitas cahaya matahari 70-80 %,
Curah hujan 60 mm/bln atau 720 mm/th. Pertumbuhan dan perkembangan tanaman buah naga akan maksimal pada ketinggian 0 – 350 meter dpl;
Tanah dalam keadaan porositas tinggi;
Suhu udara yang ideal bagi tanaman 26-36°C dan kelembaban 70-90%;
Derajat keasaman tanah bersifat alkalis 6,5-7

JENIS BUAH NAGA
Buah Naga atau Dragon Fruit mempunyai 3 jenis dengan karakter batang dan buah yang berbeda-beda. Jenis-jenis buah yang dikenal mayarakat antara lain :

1. Buah Naga Putih (Hylocereus undatus)
Buah naga putih batangnya berwarna hijau lebih muda, menggelembung dan bergerigi, ujung batang meruncing, bentuk buah bulat agak lonjong, kulit buah merah bertitik, daging buah putih, tekstur lunak, bertabur biji kecil-kecil dengan berat 500-600 gr/buah.

2. Buah Naga Merah (Hylocereus costariansis)
Buah naga merah batangnya berwarna hijau tua, bergerigi rata, ruas berduri menonjol, bentuk buah bulat mirip buah nanas, kulit buah berwarna merah bersisik, sedangkan daging buah berwarna merah, tekstur lunak, bertabur biji kecil, berat buah 400-500 gr/buah.

3. Buah Naga Kuning (Selenicereus megalanthus)
Buah naga kuning batangnya berwarna hijau tua, bergerigi agak jarang, bentuk buahnya bulat agak lonjong, warna kulit buah kuning penuh tonjolan di sekujur tubuh buah, daging buah berwarna putih, tekstur lunak bertabur biji, sedangkan berat buah 300-400 gr/buah

PERSIAPAN LAHAN
siapkan pancang atau tiang penopang, bisa menggunakan tiang dari kayu atau beton dengan ukuran 10 cm x 10 cm dengan tinggi 2 meter, yang ditancapkan ke tanah sedalam 50 cm.
Ujung bagian atas dari tiang penyangga diberi ban penyangga untuk penopang cabang tanaman (sulur). Persiapkan juga lubang tanam dengan jarak tanam 2,5 m x 2,5 m, sehingga dalam 1 hektar terdapat sekitar 1.600 lubang tanam penyangga.
Disekeliling pancang/pohon penyangga dibuat 3-4 lubang tanam dengan jarak sekitar 30 cm dari pancang penyangga. Lubang tanam diberi pupuk kandang masak sebanyak 5-10 kg dicampur dengan tanah atau dapat juga dengan pupuk kandang (sapi, kambing, ayam) dan pasir kasar secukupnyaagar bersifat poros dengan perbandingan 1:1:1, lalu campuran diaduk sampai homogen (rata).

Pada umunya buah naga diperbanyak dengan cara stek dan penyemaian biji. Batang tanaman berukuran 20 cm di tanam dalam polibag dengan media tanam berupa campuran tanah dan pupuk kandang dengan perbandingan 1:1. Setelah bibit berumur 3 bulan bibit siap dipindah/ditanam di lahan.

PROSES PEMELIHARAAN
Proses pemeliharaannya agar tanaman tumbuh tegak dan teratur mengikuti tiang pancang, perlu diikat dengan menggunakan kawat alumunium, tali rafia atau tali lainnya. Pada tahap awal-awal penanaman, tanaman disiram 1-2 hari sekali. Harus diperhatikan agar air tidak kurang dan juga tidak berlebihan, satu lubang tanam biasanya diberi 4-5 liter air.

Selain itu juga Pemeliharaan mencakup penyulaman, pengaturan letak cabang tiap pengikatan cabang/batang, pengairan, pemupukan, pengendalian hama dan penyakit, pemangkasan dan seleksi calon buah.

1. Penyulaman
Penyulaman dilakukan seminggu setelah tanam, stek-stek yang rusak/mati dicabut lalu diganti dengan stek baru seperti penanaman pertama.

2. Pengaturan letak cabang/pengikatan cabang/batang
Setiap pertumbuhan batang/cabang setinggi 10-20 cm harus dilakukan pengikatan minimal 2 hari sekali, pengikatan jangan terlalu kencang agar batang tidak patah dan luka,

3. Pengairan
Pengairan dilakukan 2 minggu sekali dengan bantuan selang, kemudian air digenangi di sekitar tanaman, bisa digunakan sistem pengelepan (pada musim kemarau panjang);

4. Pemupukan
Cara pemberian pupuk disesuaikan dengan keadaan lahan. Pemupukan dasar diberikan sebelum penanaman, pemupukan susulan diberikan 3 bulan kemudian, yakni dengan bokhasi dosis 4 kg/lubang, selanjutnya 6 bulan sekali dengan dosis yang sama.
Pupuk natural hitam diberikan tiap dua minggu sekali dengan dosis 1 sendok teh tiap pohon. Juga diberi pupuk bunga yang terbuat dari destilasi air seni sapi tiap dua minggu sekali dengan dosis 10 cc per 1 liter air/pohon. Hal lain yang perlu diperhatikan adalah memangkas cabang yang tidak produktif atau kerdil.

Sumber: https://robinschone.com/pokemon-go-tambah-kemampuan-trainer/