Daerah-daerah kebudayaan di Asia

Daerah-daerah kebudayaan di Asia

  • Daerah-daerah kebudayaan di Asia

Suatu pembagian dari benua Asia kedalam daerah-daerah kebudayaan pernah dibuat oleh AL. Kroeber. Pembagian itu sebenarnya masih bersifat kasar dan lebih berdasrkan common sense daipad analisa dan perbandingan dengan unsur-unsur kebudayaan secara mendalam dan luas.

Pada hakikatnya sutu benua besar seperti Asia terlamapau besar perbedaan-perbedaan sifat-sifatnya untuk dapat dibagi secara keseluruhan ke dlam daerah-daerah kebudayaan. Kalau kita ambil bagian-bagian khusus dari benua itu, misalnya Asia Barat Daya, Siberia, Asia Selatan, atau daerah lain yang mengklasifikasikan aneka warna kebudayaan dalam bagian khusus itu kedalam daerah-daerah kebudayaan, maka bru klasifikasi seperti ada artinya.

Dalam bab ini kawasan Asia menurtu Kroeber dengan beberapa perubahan, kedalam tujuh bagian yaitu :

  1. Daerah Kebudayaan Asia Tenggara
  2. Daerah Kebudayaan Asia Selatan
  3. Daerah Kebudayaan Asia Barat Daya
  4. Daerah Kebudayaan China
  5. Daerah Kebudayaan Stepa
  6. Daerah Kebudayaan Siberia Asia Tengah
  7. Daerah Kebudayaan Asia timur Laut
  8. Suku-suku bangsa di Indonesia

Seorang ahli Antropologi biasanya, kecuali memilih suatu kejuruan mengenai satu sub ilmu dalm antropologi fisik, ahli etnologi, ahli antropologi-sosial, dan sebagainya, juga memilih suatu kejuruan mengenai suatu daerah di muka bumi ( Ahli Asia Barat Daya, Ahli Amerika Utara, Ahli Amerika Latin, ahli Oseania, ahli Asia tenggara, dan sebagainya).

Kita tinjau seorang ahli asia tenggara secara konvensional seorang ahli antroplogi serupa itu dianggap mengenal secara luas dan mendalam kehidupan masyarakat dan kebudayaan semua suku bangsa yang tersebar di Birma,Thailand, Laos, Kamboja, Vietnam, Malaysia, Indonesia, dan Filipina. Biasanya ia pernah melakukan penelitian yang mendalam diantara paling sedikit dua suku bangsa, terdapat mungkin satu di Benua (Asia Tenggara), dan satu di kepulauan (Asianesia).

Daerah-daerah kebudayaan di Asia

Seorang ahli antropologi Indonesia sudah tentu tidak dapat mengikuti syarat-syarat konvensional yang lazim diterima oleh dunia antropologi itu. Seorang ahli Antropologi Indonesia wajib untuk mengenal bentuk-bentuk masyarakat dan kebudayaan di wilyah indonesia sendiri, dan wajib mengetahui dengan cukup mendalam masyarakat dan kebudayaan diwilayah negara tetangga, yaitu : Malaysia, Brunei, Filipina, Papua Nugini dan Asia tenggara pada umumnya.

Klasifikasi dari aneka waran suku bangsa di Indonesia biasanya masih berdasarkan sistem lingkaran hukum adat yang mula-mula disusun oleh Van Vallenhoven. Sistem yang tergambar dalam peta 7 membagi Indonesia kedalam 19 daerah yaitu:

  1. Aceh
  2. Sulawesi Selatan
  3. Gayo-Alas Batak
  4. Ternate
  5. Nias dan Batu
  6. Ambon Maluku
  7. Minangkabau
  8. Kepulauan Barat Daya
  9. Mentawai
  10. Papua (Irian)
  11. Sumatra Selatan
  12. Timor
  13. Enggano
  14. Bali dan Lombok
  15. Melayu
  16. Jawa Tengah dan Jawa Timur
  17. Bangka dan Belitung
  18. Surakarta dan Yogyakarta
  19. Kalimantan
  20. Jawa Barat
  21. Sangir-Talaud
  22. Gorontalo
  23. Toraja

Mengenai lokasi suku-suku bangsa di Indonesia masih berdasarkan peta bahasa dari J.Esser. Hrus diperhatikan terutam untuk daerah Kalimantan, Sulawesi, dan Indonesia Timur bahkan bagian dari Sumatra masih banyak terdapat keragu-raguan.

sumber :

https://weshop.co.id/sewa-bus-pariwisata-kebumen/