Depdiknas Mengikuti Workshop PSB

Depdiknas Mengikuti Workshop PSB

Depdiknas Mengikuti Workshop PSB

Depdiknas Mengikuti Workshop PSB

Depdiknas Mengikuti Workshop PSB

Saya sempat dibuat kaget ketika pada hari Jumat minggu yang lalu (12-09-2008) menerima SMS dari seseorang yang nomor HP-nya tidak teridentifikasi dalam Phone Book saya. Bunyi SMS tersebut hanya sekedar mengkonfirmasi apakah benar No. HP ini adalah milik saya.  Lantas, saya pun membalasnya, dengan mengatakan memang benar ini adalah nomor HP saya, kemudian disusul lagi dengan SMS berikutnya yang isinya keinginan sang pengirim SMS untuk berbicara langsung dengan saya melalui HP. Tak lama kemudian HP saya berdering mendapat panggilan dari yang meng-SMS tadi. Ternyata SMS dan Panggilan tadi berasal dari Pak Alinurdin (salah seorang kasi pada Subdit Pembelajaran Direktorat Pembinaan SMA). Dalam pembicaraan yang singkat melalui telepon, beliau mengatakan bahwa beliau pernah jalan-jalan ke Blog ini, dan beliau menyampaikan keinginannya untuk mengundang saya hadir dalam kegiatan workshop tentang pengembangan bahan ajar berbasis TIK yang akan dilaksanakan pada tanggal 15-19 September 2008 di Cipayung. Saya sempat menyampaikan keraguan diri saya sendiri, karena memang saya bukanlah seorang ahli IT dan juga bukan pengampu mata pelajaran tertentu di sekolah. Tetapi beliau meyakinkan kepada saya bahwa intinya yang penting adalah kesediaan saya untuk bisa hadir dalam kegiatan workshop tersebut.

Akhirnya dengan masih tetap diliputi perasaan gamang, saya pun memutuskan untuk hadir dalam kegiatan workshop tersebut dan sebelum menutup pembicaraan, beliau menjanjikan akan segera mengirim surat undangan melalui fax.

Selesai berbicara dengan beliau, tidak lama kemudian saya menerima SMS lagi dari Nomor yang tidak teridentifikasi dalam Phone Book saya. Isi SMS adalah permintaan nomor telepon untuk mengirim undangan melalui fax, belakangan diketahui sumber SMS tersebut ternyata dari ibu Hanny (salah seorang staf di lingkungan Subdit Pembelajaran Dit. Pembinaan SMA Depdiknas). Kemudian, saya pun memberikan nomor telepon sebuah wartel yang bisa digunakan untuk mengirim fax. Besok harinya saya datang ke wartel untuk menanyakan apakah ada kiriman fax untuk saya. Ternyata benar, di sana telah ada surat undangan dari Dit. Pembinaan SMA Depdiknas untuk saya.

Karena hari Sabtu adalah hari libur kantor, maka saya mendatangi rumah pak Harso (Kasi SMA Dinas Pendidikan Kab. Kuningan) yang letaknya tidak jauh dari rumah saya, dengan maksud mengkonsultasikan tentang adanya undangan dari Dit. Pembinaan SMA Depdiknas ini. Berkat bantuan dan dukungan dari beliau, hari Minggu (14-09-2008) saya sudah bisa mengantongi Surat Tugas dari Dinas Pendidikan Kabupaten Kuningan untuk menghadiri kegiatan workshop di Cipayung.

Setelah menyiapkan segala sesuatu yang diperlukan selama mengikuti workshop, pada hari Senin pagi, setelah selesai melaksanakan sahur, saya pun berangkat ke Cirebon dengan diantar oleh adik dan anak saya yang bungsu untuk menuju Cipayung-Bogor melalui Jakarta dengan menggunakan kereta api.

Selama dalam perjalanan menuju lokasi workshop, dalam benak saya terus diliputi tentang kira-kira apa yang harus saya lakukan dalam kegiatan workshop ini, karena terus terang hal ini merupakan pengalaman pertama dalam hidup saya diajak berbicara untuk memikirkan nasib pendidikan dalam skala nasional. Selain itu, entah kenapa selama dalam perjalanan perasaan saya tertuju terus kepada anak saya yang turut mengantarkan saya ke stasiun. Belakangan diketahui ternyata anak saya pun memiliki perasaan yang sama, bahkan dia sempat pula menitikkan air matanya mengiringi kepergian saya ke Jakarta.

Singkat cerita, sekitar pukul 12.30 saya tiba di lokasi dan langsung check in hotel. Sambil menunggu upacara pembukaan yang rencananya dibuka pada pukul 14.00, saya bermalas-malasan di kamar hotel sambil melepaskan lelah setelah menempuh perjalanan yang cukup jauh, ditambah saya sedang melaksanakan shaum. Saking keasyikan bermalas-malasan, tahu-tahu jam sudah menunjukkan pukul 14. 15, saya bergegas merapihkan diri menuju tempat upacara pembukaan. Dasar lagi apes, saat memasuki ruangan upacara, ternyata upacara pembukaan sudah mendekati akhir, kendati demikian saya masih sempat diperkenalkan kepada hadirin oleh seseorang yang duduk di depan memimpin upacara pembukaaan, yang ternyata beliau adalah ibu Diah (Kasubdit Pembelajaran). Selesai upacara, beberapa orang yang duduk di depan menghampiri dan menyambut saya dengan hangat. Saya pun bisa bersilaturahmi dengan orang- orang yang terlibat sebagai anggota Tim Perumus Pedoman Pengelolaan PSB SMA.

Semula saya menduga setelah selesai upacara pembukaan, peserta dapat kembali ke kamar hotel masing-masing, ternyata dugaan saya keliru. Saya diajak menuju ke ruang Tim Perumus Pedoman Pengelolaan PSB SMA yang telah disediakan oleh panitia dan langsung melakukan diskusi membahas tentang “Konsep Pengelolaan PSB SMA”, yang dipandu langsung oleh ibu Kasubdit.

Sebagai pendatang baru, pada awalnya saya hanya berusaha untuk menjadi pendengar yang baik sambil berusaha mengasimilasi dan mengakomodasi dalam struktur kognitif saya tentang materi yang sedang didiskusikan. Lambat laun, akhirnya saya pun bisa mengembangkan pemikiran saya dan ikut berpartisipasi dalam diskusi ini, sesuai dengan apa yang saya kuasai. Tumbuhnya rasa percaya diri saya ini, tentunya tidak terlepas dari dukungan para peserta diskusi lainnya yang memang sangat “well come” terhadap saya. Pada hari-hari berikutnya hingga berakhirnya kegiatan workshop, saya dapat melaluinya dengan penuh suka cita dan dapat mengekspresikan diri secara wajar.

Jika saja dokumen-dokumen hasil kerja tim telah disahkan oleh pihak yang berwenang untuk menjadi sebuah dokumen resmi, mungkin di dalamnya ada satu atau dua kata hasil pemikiran pribadi saya yang telah dilebur menjadi pemikiran kolektif. Bagi orang-orang yang sudah sangat terbiasa, kegiatan-kegiatan semacam ini tentunya bukanlah hal yang luar biasa, tetapi bagi saya hal ini merupakan sesuatu yang amat luar biasa dan menjadi kebanggaan tersendiri yang tidak akan pernah saya lupakan hingga akhir hayat.

Tak disangka, dari hanya sekedar corat-coret tentang pendidikan dalam Blog ini, rupanya telah dapat mengantarkan diri saya melampaui dari apa yang tidak terbayangkan sebelumnya. Tentunya, rasa syukur saya panjatkan ke haribaan sang Khalik dan terima kasih kepada semua pihak yang telah memberikan kesempatan yang langka ini kepada saya. Terus maju dan jayalah pendidikan Indonesia

Sumber : https://education.microsoft.com/Story/CommunityTopic?token=Ue57v