Dimensi-dimensi Sosioekonomi

Dimensi-dimensi Sosioekonomi

Dimensi yang lengkap mengenai potensi pasar juga harus mencakup informasi rinci mengenai atribut-atribut fisik populasi sebagaimana diukur dengan dimensi sosioekonomi.

  1. Populasi Total

Populasi total merupakan indikator paling umum mengenai ukuran pasar potensial, namun bukan merupakan indikator satu-satunya dalam mengestimasi pasar potensial. Pada umumnya negara maju memiliki penduduk kurang dari 10 juta jiwa, angka tersebut jauh lebih kecil dibandingkan jumlah penduduk di negara berkembang, namun tidak berarti bahwa negara maju bukan merupakan pasar potensial. Hanya untuk beberapa produk yang murah dan dikonsumsi secara massal saja ukuran populasi dapat menjadi dasar yang cukup kuat untuk mengestimasi konsumsi, namun hal itu tidak berlaku bagi produk yang tidak termasuk dalam kategori di atas.

  1. Distribusi Umur

Karena hanya sedikit produk yang dibeli oleh setiap orang, maka para agen pemasaran harus mengidentifikasikan segmen-segmen dari populasi yang lebih mungkin akan membeli barang-barang mereka. Pada umumnya, tingkat kelahiran dan kesuburan di negara berkembang lebih tinggi dari negara maju, hal tersebut menyebabkan adanya perbedaan distribusi umur di antara keduanya dimana negera berkembang memiliki lebih banyak penduduk berusia muda. Bagi para pelaku bisnis hal ini berarti di negara maju akan ada penurunan dalam permintaan terhadap produk-produk yang dibeli oleh dan untuk anak-anak, tetapi peningkatan dalam permintaan akan produk-produk perawatan medis, pariwisata, dan jasa-jasa keuangan. Perusahaan-perusahaan di negara maju yang menghadapi penurunan permintaan akan produk-produk mereka harus mencari kenaikan penjualan di negara berkembang, dimana distribusi umur adalah sebaliknya.

  1. Penurunan Tingkat Kelahiran di Negara-negara Maju

Penurunan tingkat kelahiran di negara maju menimbulkan keprihatinan tersendiri. Sebagai contoh, penurunan tingkat kelahiran di Eropa karena semakin banyak pemuda Eropa yang tidak menikah, atau yang menikah terlambat dan memiliki sedikit anak. Pada tahun 2025 diprediksikan pemerintah negara-negara Eropa harus menyediakan perawatan kesehatan dan pensiun untuk 22% penduduknya yang akan berusia di atas 65 tahun, dan akan terdapat lebih sedikit wajib pajak yang bekerja. Namun, di negara-negara berkembang hal sebaliknya yang terjadi. Tingkat kelahiran yang lebih tinggi mengakibatkan banyaknya penduduk berusia muda, dan ini mengurangi rasio ketergantungan bagi para pekerja.

sumber :
https://swatproject.org/slugterra-apk/