Divonis Jadi Tahanan Kota, Kuasa Hukum Korban Minta JPU Banding

Divonis Jadi Tahanan Kota, Kuasa Hukum Korban Minta JPU Banding

Divonis Jadi Tahanan Kota, Kuasa Hukum Korban Minta JPU Banding

Divonis Jadi Tahanan Kota, Kuasa Hukum Korban Minta JPU Banding

Divonis Jadi Tahanan Kota, Kuasa Hukum Korban Minta JPU Banding

 

 

Pengadilan Negeri Jakarta Timur yang diketuai Hakim Nuraeni SH

menjatuhkan vonis kepada dua terdakwa kasus dugaan penerbitan ijazah yakni Matheus Mangentang, Rektor dan Ketua Yayasan STT Setia (Sekolah Tinggi Teologia Arastamar) dan Direktur STT Setia Ernawaty Simbolon masing-masing 7 tahun dan denda Rp1 miliar

Dalam.sidang putusanya selain menjatuhkan vonis hakim menetapkan para terdakwa dengan tahanan kota yang dikenakan wajib lapor. Atas putusan tersebut, baik kuasa hukum terdakwa maupun Jaksa Penuntut Umum (JPU) menyatakan pikir-pikir dahulu.

Tim JPU, Handri mengatakan bahwa akan melaporkan

terlebih dahulu ke Tim JPU yg menangani kasus ini. Terkait upaya penahanan, di dalam putusan telah disampaikan bahwasanya tidak ada perintah untuk penahanan rutan, namun tetap berada dalam tahanan kota.

Terkait upaya hukum apakah nanti dari pihak mereka ada atau tidak, namun kalau nanti kita memperbaiki hukum kembali kepada pengadilan tinggi, maka pengadilan tinggi yang memiliki kewenangan untuk mengatur penahanan apakah di rutan atau kota,” jelas jaksa Handri, Kamis (7/6/2018).

Sementara itu, Kuasa Hukum korban, Sabar Ompu Sunggu, SH, MH mengaku sangat kecewa dengan putusan hakim pengadilan negeri Jakarta Timur yang menghukum terdakwa 7 tahun tahanan kota bukan tahanan rutan. Padahal menurut Undang-undang, putusan hukuman diatas 5 tahun harus dilakukan penahanan.

“Kami selaku kuasa hukum dari korban

sangat kecewa dengan putusan hakim pengadilan Jakarta Timur dengan putusan majelis hakim yang menjatuhkan hukuman 7 tahun tapi tidak segera dimasukkan dalam rumah tahanan negara. Ini artinya putusan ini menang di atas kertas,” tegas Sabar.

Ia minta JPU dapat segera melakukan banding di pengadilan tinggi karena menurutnya ada dugaan cacat hukum dan biarkan nantinya pengadilan tinggi yang mengambil alih perkara ini dan memperbaiki putusannya.

“Putusan ini harus dikawal terus sampai ke Mahkamah Agung agar memberikan efek jera terhadap perguruan-perguruan tinggi yang ada di republik ini,” pungkasnya.

Sebelumnya pembacaan Pledoi oleh kedua terdakwa dugaan penerbitan ijazah Matheus Mangentang, Rektor dan Ketua Yayasan STT Setia (Sekolah Tinggi Teologia Arastamar) dan Direktur STT Setia Ernawaty Simbolon

 

Baca Juga :