Faktor Risiko Kanker Payudara

Faktor Risiko Kanker Payudara

Faktor Risiko Kanker Payudara

Faktor Risiko Kanker Payudara

Faktor risiko adalah segala sesuatu yang mempengaruhi kesempatan seseorang mendapatkan penyakit, seperti kanker.

Faktor Resiko Kanker Payudara :

1.Gender

Wanita memiliki faktor resiko lebih tinggi daripada laki-laki, hal ini dipengaruhi oleh adanya hormon estrogen dan progesteron pada wanita. Pria dapat terkena kanker payudara, tetapi rasionya 100 kali lebih sering terjadi pada wanita dibandingkan laki-laki.

2.Umur

Resiko terkena kanker payudara meningkat seiring bertambahnya usia. Sekitar 1 dari 8 kanker payudara yang ditemukan pada wanita dibawah 45 tahun, sementara sekitar 2 dari 3 kanker payudara ditemukan pada wanita usia 55 tahun atau lebih.

3.Genetik

Sekitar 5%-10% dari kanker payudara diturunkan, yang disebabkan secara langsung dari kerusakan gen/mutasi warisan dari orang tuanya.

BRCA 1 dan BRCA2 : Pada sel normal, gen ini membantu mencegah kanker dengan membuat protein yang membantu menjaga sel-sel tumbuh abnormal.Jika seseorang mewarisi gen ini dari orang tua maka memiliki resiko terkena kanker payudara.

4.Riwayat keluarga

Resiko pada wanita yang memiliki ibu atau saudara wanita yang terkena kanker payudara adalah dua kali lipat dari pada wanita yang memiliki ibu dan saudara wanita yang terkena kanker payudara memiliki resiko 3 kali lipat terkena kanker payudara (Petrakis, 1982).

5.Sejarah kanker payudara

Seorang wanita yang terkena kanker payudara pada salah satu bagiannya memiliki resiko 3-4 kali lipat perkembangan kanker payudara di bagian yang lainnya atau pada bagian payudara yang sama.

6.Ras dan Etnis

Wanita kulit putih memiliki resiko lebih besar daripada wanita Afrika-Amerika. Wanita kulit hitam cenderung memiliki tumor lebih agresif. Asia, Hispanik, dan wanita asli Amerika memiliki resiko lebih rendah terkena dan meninggal karena kanker payudara.

7.Jaringan payudara yang padat

Perempuan dengan jaringan padat payudara memiliki jaringan kelenjar banyak dan jaringan lemak kurang, dan memiliki resiko tinggi terkena kanker payudara. Jaringan payudara padat membuat dokter lebih sulit menemukan masalah pada mammogram.

8.Lobular Karsinoma In Situ ( LCIS)

Wanita dengan LCIS memiliki peningkatan resiko 7-11 kali lipat terkena kanker payudara.

9.Periode Menstruasi

Wanita yang mulai menstruasi pada usia dini (sebelum usia 12 tahun) dan atau mengalami menopause setelah umur 55 tahun mempunyai resiko sedikit lebih tinggi terkena kanker payudara. Hal ini dimungkinkan karena terkait dengan paparan hormon estrogen dan progesteron.

10.Radiasi

Wanita yang melakukan terapi radiasi pada daerah dada termasuk payudara sebelum usia 30 tahun meningkatkan resiko terkena kanker payudara. Hal ini termasuk wanita yang diradiasi karena lymphoma Hodgkin. Studi menunjukkan bahwa wanita muda yang melakukan rediasi memiliki resiko yang lebih tinggi terkena kanker payudara (National Cancer Institute. 2009).

11.Status Pernikahan

Wanita yang tidak memiliki anak atau yang memiliki anak pertama setelah usia 30 tahun memiliki resiko kanker payudara sedikit lebih tinggi.

12.Kontrasepsi Oral

Studi menunjukkan bahwa wanita yang menggunakan kontrasepsi oral (pil KB) mempunyai resiko sedikit lebih besar terkena kanker payudara daripada wanita yang tidak pernah menggunakan pil KB.

13.Menyusui

Studi menunjukkan bahwa menyusui bisa mengurangi resiko kanker payudara, terutama jika menyusui selama 1 ½ sampai 2 tahun.

14.Alkohol

Penggunaan alkohol dikaitkan dengan peningkatan resiko terkena kanker payudara.

15.Obesitas

Obesitas meningkatkan resiko kanker payudara, terutama bagi perempuan setelah menopause. Sebelum menopause ovarium wanita memproduksi estrogen, dan jaringan lemak menghasilkan estrogen. Setelah menopause (ovarium berhenti menghasilkan estrogen), sebagian besar estrogen wanita berasal dari jaringan lemak. Wanita yang memiliki jaringan lemak lebih banyak setelah menopause dapat meningkatkan resiko terkena kanker payudara karena kadar estrogen meningkat.

16.Olahraga

Aktivitas fisik dalam bentuk latihan mengurangi resiko kanker payudara. Penelitian yang dilakukan oleh Women’s Health Initiative (WHI) 1,5-2,5 jam per minggu dari jalan cepat mengurangi resiko seorang wanita sebesar 18%. Berjalan 10 jam seminggu mengurangi resiko kanker payudara lebih banyak. American Cancer Society merekomendasikan 45-60 menit aktivitas fisik selama 5 kali atau lebih dalam seminggu.


Sumber: https://ironmanfactory.com/