Faktor Yang Dapat Mempengaruhi Belajar (Motinasi, Sikap, Minat, Kebiasaan Belajar, Konsep Diri)

Faktor Yang Dapat Mempengaruhi Belajar (Motinasi, Sikap, Minat, Kebiasaan Belajar, Konsep Diri)

 

Faktor Yang Dapat Mempengaruhi Belajar (Motinasi, Sikap, Minat, Kebiasaan Belajar, Konsep Diri)– Kemampuan belajar peserta didik sangat menentukan keberhasilannya dalam proses belajar. Di dala proses belajar tersebut, banyak factor yang mempengaruhinya,antara lain motivasi, sikap, minat, kebiasaan belajar, dan konsep diri.

 

Faktor Yang Dapat Mempengaruhi Belajar (Motinasi, Sikap, Minat, Kebiasaan Belajar, Konsep Diri)

 

Motovasi

 

Motivasi menurut Sumadi Suryabrata adalah keadaan yang terdapat dalam diri seseorang yang mendorongnya untuk melakukan aktivitas tertentu guna pencapaiansuatu tujuan. Sementara itu Gates dan kawan-kawan mengemukakan bahwa motivasi adalah suatu kondisi fisiologis dan psikologis yang terdapat dalam diri seseorang yang mengatur tindakannya dengan cara tertentu. Adapun Greenberg menyebutkan bahwa motivasi adalah proses membangkitkan, mengarahkan, dan memantapkan perilaku arah suatu tujuan. Dari tiga definisi tersebut dapat disimpulkan bahwa motivasi adalah kondisi fisiologis dan psikologis yang terdapat dalam diri seseorang yang mendorong dirinya untuk melakukan aktivitas tertentu guna mencapai suatu tujuan (kebutuhan).

Sehubungan dengan kebutuhan hidup manusia yang mendasaritimbulnya motivasi, Maslow mengungkapkan bahwa kebutuhan dasar hidup manusia itu terbagi atas lima tingkatan yaitu, kebutuhan fisiologis, kebutuhan keagamaan, kebutuhan sosial, kebutuhan akan harga diri dan kebutuhan akan aktualisasi diri. Kebutuhan fisiologis adalah kebutuhan pokok yang harus dipenuhinya dengan segera seperti keperluan untuk makan, minum, berpakaian, dan bertempat tinggal. Kebutuhan keamanan adalah kebutuhan seseorang untuk memperoleh keselamatan, keamanan, jaminan atau perlindungan dari ancaman yang membahayakan kelangsungan hidup dan kehidupan dengan segala aspeknya.

  1. Kebutuhan sosial adalah kebutuhan seseorang untuk disukai untuk menyukai, diintai dan mencintai, bergaul, berkelompok, bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.
  2. Kebutuhan akan harga diri adalah kebutuhan seseorang untuk memperoleh kehormatan, penghormatan, pujian, penghargaan, dan pengakuan.
  3. Kebutuhan akan aktualisasi diri adalah kebutuhan seseorang untuk memperoleh kebanggaan, kekaguman, dan kemasyhuran sebagai pribadi yang mampu dan berhasil mewujudkan potensi bakatnya dengan hasil potensi yang luar biasa.

Menurut Maslow, manusia adalah mahkluk yang tidak pernah puas seratus persen. Bagi manusia, kepuasaan sifatnya sementara. Jika suatu kebutuhan telah terpenuhi, orang tidak lagi berkeinginan memenuhi kebutuhan tersebut, tetapi berusaha untuk memenuhi kebutuhan lain yang lebih tinggi tingkatannya. Jadi, kebutuhan yang mendapat prioratis pertama untuk dipuaskan adalah kebutuhan dasar fisiologis. Setelah kebutuhan tersebut terpenuhi, orang akan termotivasi untuk memenuhi kebutuhan lain yang lebih tinggi tingkatannya, dan seterusnya. Berarti untuk dapat berprestasi dengan baik, seseorang harus memenuhi terlebih dahulu kebutuhan dasar fisiologis dan keamanan. Atau dengann perkataan lain, seseorang tidak mungkin bisa berprestasi dengan baik jika perutnya lapar serta keamanannya terganggu.

Sementara itu McClelland mengemukakan bahwa di antara kebutuhan hidup manusia terdapat tiga macam kebutuhan, yaitu kebutuhan untuk berprestasi, kebutuhan untuk berafiliasi dan kebutuhan untuk memperoleh makanan.

Karena urian ini berkaitan dngan factor yang mempengaruhi belajar, maka konteks motivasi yang sesuai disini adalah motivasi berprestasi. Dengan demikian, motivasi berprestasi adalah kondisi fisiologis dan psikologis (kebutuhan untuk berprestasi)yang terdapat di dalam diri siswa yang mendorongnya untuk melakukan aktivitas tertentu guna mencapai suatu tujuan tertentu (berprestasi setinggi mungkin).

Peranan motivasi dalam mempelajari tingkah laku seseorang besar sekali. Hal ini menurut Wisnubroto Hendro Juwono disebabkan, motivasi diperlukan bagi rein-forcement (stimulus yang memperkuat dan mempertahankan tingkah laku yang dikehendaki) yang merupakan kondisi mutlak bagi proses belajar, motivasi menyebabkan timbulnya berbagai tingkah laku, dimana salah satu diantaranya mungkin dapat merupakan tingkah laku yang di kehendaki.

 

Sikap

 

Definisi sikap menurut Allport ini menunjukan bahwa sikap ini tidak muncu seketika atau dibawa lahir, tetapi disusun dan dibentuk melalui pengalaman serta memberikan pengaruh langsung kepada respons seseorang. Jadi makna sikap terhadap Undang-undang pemilu, sikap terhadap sistem kampanye, dan lain-lain. Sikap adalah kecenderungan untuk bertindak berkenaan dengan objek tertentu. Sikap bukan tindakan nyata (overt behavior) melainkan masih bersifat tertutup (covert behavior).

 

Minat

 

Minat adalah rasa lebih suka dan rasa keterikatan pada ustau hal atau aktivitas, tanpa ada yang mneyuruh. Minat pada dasarnya adalah penerimaan akan suatu hubungan antara diri sendiri dengan sesuatu diluar diri. Semakin kuat atau dekat hubungan tersebut, semakin besar minatnya. Jadi minat dapat diekspresikan melalui pernyataan yang menunjukan bahwa siswa lebih menyukai suatu hal dari pada hal lainnya, dapat pula dimanifestasikan melalui partisipasi dalam suatu aktivitas. Minat tidak dibawa sejak lahir, melainkan diperoleh kemudian.

 

Kebiasaan Belajar

 

Kebiasaan belajar dapat diartikan sebagai cara atau teknik yang menetapmpada diri siswa pada waktu menerima pelajaran, membaca buku, mengerjakan tugas, dan pengaturan waktu untuk menyelesaikan kegiatan. Kebiasaan belajar dibagi ke dalam dua bagian, yaitu Delay Avoidan (DA) dan Work Metdhos (WM), DA menunjuk pada ketepatan waktu penyelesaian tugas-tugas akademik, menghindarkan diri dari hal-hal yang memungkinkan tertundanya penyelesaian tugas, dan dan menghilangkan rangsangan yang akan menganggu konsentrasi dalam belajar. Adapun WM menunjuk kepada penggunaan cara belajar yang efektif, dan efisiensi dalam mengerjakan tugas akademik dan keterampilan belajar.

 

Konsep Diri

 

Konsep diri adalah pandangan seseorang tentang dirinya sendiri yang menyangkut apa yang ia ketahui dan rasakan tentang prilakunya, isi dapat dipecaya atau tidak. Apabila ia yakin dan merasa bahwa orang tuanya dapat member perlindungan dan rasa aman bagi dirinya pada diri anak akan timbul rasa percaya terhadap orang dewasa, yang artinya akan berkembang menjadi berbagai perasaan yang sifatnya positif.

 

Sumber: https://www.gurupendidikan.co.id/