Fungsi Pendidikan Islam

Fungsi Pendidikan Islam

Fungsi Pendidikan Islam

Fungsi Pendidikan Islam

Fungsi pendidikan islam adalah menyediakan segala fasilitas yang dapat memungkinkan tugas-tugas pendidikan islam tersebut tercapai dan berjalan dengan lancar. Penyediaan fasilitas ini mengandung arti dan tujuan yang bersifat struktural dan institusional.

Arti dan tujuan struktur adalah menuntut terwujudnya struktur organisasi pendidikan yang mengatur jalannya proses kependidikan, baik dilihat dari segi vertikal maupun segi horizontal. Faktor-faktor pendidikan bisa berfungsi secara interaksional (saling memengaruhi) yang bermuara pada tujuan pendidikan yang diinginkan. Sebaliknya arti tujuan institusional mengandung implikasi bahwa proses kependidikan yang terjadi didalam struktur organisasi itu dilembagakan untuk menjamin proses pendidikan yang berjalan secara konsisten dan berkesinambungan yang mengikuti kebutuhan dan perkembangan manusia dan cenderung kearah tingkat kemampuan yang optimal. Oleh karena itu, terwujudlah berbagai jenis dan jalur kependidikan yang  formal, informal dan non formal dalam masyarakat.

Fungsi pendidikan islam adalah sebagai berikut [2]:

  1. Alat untuk memelihara, memperluas dan menghubungkan tingkat-tingkat kebudayaan, nilai-nilai tradisi dan sosial, serta ide-ide masyarakat dan bangsa.
  2. Alat untuk mengadakan perubahan, inovasi dan perkembangan yang secara garis besarnya melalui pengetahuan dan skill yang baru ditemukan, dan melatih tenaga-tenaga manusia yang produktif untuk menemukan perimbangan perubahan sosial dan ekonomi.
  3. Tujuan Hidup Manusia dalam Perspektif Islam.

Baik disadari atau tidak, akal serta potensi yang dimiliki manusia terbatas kemampuannya. Segala sesuatu yang ada pada bumi dan alam semesta ini, baik kuantitasnya maupun proses waktu yang dijalaninya, terbatas, sesuai dengan kadar yang telah ditentukan oleh penciptanya.

Dalam segala hajatnya manusia hanya dapat mencoba, mempelajari, meneliti, memahami dan memanfaatkan sunnatulloh yang ada pada dirinya dan yang ada pada bumi dan alam semesta. Sunnatulloh tersebut tidak dapat diubah, tidak dapat ditambah dan tidak dapat dikurangi. Karena itu manusia di muka bumi ini hendaknya sadar siapa dia, dari mana dia, dan mau kemana dia. Dia tak dapat berdiri sendiri tanpa mengadakan hubungan dengan sesamanya, dengan alam sekitarnya serta dengan penciptanya. Di dalam membina kehidupan, manusia pun tidak dapat hanya mengandalkan kemampuan akalnya semata, akan tetapi harus ada bimbingan serta petunjuk dari yang menciptakannya. Karena itulah, maka Allah yang maha tahu akan kelemahan yang ada pada diri manusia, memberikan bimbingan agar dalam kehidupannya manusia selalu mengucapkan :

اِهْدِ نَا الصِّرَ اطَ الْمُسْتَقِيْمَ

 “Tunjukkanlah kami kepada jalan yang lurus” (QS. Al Fatihah:6).

Bagi mereka yang sadar akan fungsinya serta sadar dari mana dan mau kemana,  tentulah dia akan mengikuti rumusan tujuan hidup yang berasal dari penciptanya. Dia tidak akan keluar dan tidak akan menyimpang dari konsepsi yang di anugerahkan oleh Allah kepadanya semua peralatan yang ada pada dirinya dan semua fasilitas yang ada di bumi diperuntukkan Allah sebagai sarana untuk mencapai tujuan hidup yang hakiki, jika dia mau menyadarinya.

https://ijateng.id/outlook-owa-apk/