Fungsi Penyuluh Kehutanan Terhadap Terbentuknya kelompok Tani

Fungsi Penyuluh Kehutanan Terhadap Terbentuknya kelompok Tani

Masyarakat yang mempunyai peran positif umumnya masyarakat yang menyetujuiakan terbentuknya kelompok tani di Desa mereka, masyarakat beranggapan bahwa dengan adanya kelompk tani tersebut dapat mempermudah mereka didalam pemanfaatan dan pengolahan hasil hutan bukan kayu, juga dengan terbentuknya kelompok tani masyarakat juga ikut dilibatkan bekerjasama dengan instansi-instansi terkait.

Kecenderungan tinggi peran serta masyarakat ini disebabkan masyrakat telah menyadari bawah akan pentingnya hutan dalam kehidupan desa mereka. Salah satu peran penyuluh kehutanan adalah sebagai pendampingan masyarakat, sebagai tahap awal dari proses pemberdayaan masyarakat manjadi kunci untuk melihat keberhasilan penyuluh dan kegiatan penyuluhan adalah dalam pembentukan dan pembagunan kelembagaan masyarakat di wilayah kerjaanya.

Penyuluh kehutanan harus berperan dalam menfasilitasi penguatan dan peningkatan kapasitas pengetahan dan pemahaman masyarakat akan pentingnya kelompok/kelembagaan yang kuat dan mandiri. Pada gilirannya akan tumbuh kesepakatan, kerjasama, dan jejaringan kerja antar kelompok, antar desa dan antar kecamatan (Pandoyo et al, 2020).

2.3 Persepsi Penyuluh Kehutanan


1. Pengetahuan Dasar Penyuluhan

Penyuluhan kehutanan merupakan kegiatan yang sangat penting dalam meningkatkan pengetahuan dan juga keterampilan masyarakat dalam membantu pembangunan kehutanan saat ini. Selain itu, penyuluhan kehutanan juga dapat mengubah sikap dan perilaku masyarakat agar bersedia untuk ikut serta dalam kegiatan pembangunan kehutanan.

Penyuluhan kehutanan merupakan sebuah wadah bagi masyarakat yang mau dan mampu untuk belajar mengorganisasikan posisinya untuk meningkatkan kualitas sumber daya, baik sumber daya alam maupun sumber daya manusia yang senantiasa dapat dikembangkan (Azami, 2018). Pihak-pihak yang berperan dalam proses pelestarian lingkungan hidup atau secara khusus dapat dikatakan sebagai kegiatan penyuluhan kehutanan adaah orang-orang yang disebut dengan penyuluh kehutanan (Permenhut No. P. 35/Menhut-II/2012).

Penyuluh kehutanan menyatakan setuju bahwa mereka memiliki peran penting dalam penyuluhan kehutanan dengan skor persentase persetujuan 84,00% (Azami, 2018) karena mereka menjadi mediator dalam penyampaian informasi berupa meteri dan kegiatan di lapang. Penyuluhan kehutanan paham mengenai tugas penyuluh kehutanan menyatakan setuju 80,00% (Azami, 2018) karena sudah dibekali dengan pelatihan-pelatihan yang pernah di ikuti sebelum ditetapkan menjadi penyuluh kehutanan.

Penyuluh kehutanan paham mengenai prinsip-prinsip pengelolaan hutan menyatakan sebesar 80,00% dan penyuluhan kehutanan paham unsur-unsur yang mempengaruhi pengelolaan hutan rakyat menyatakan setuju 80%, serta mengetahui hubungan timbal balik antara penyuluh kehutanan dengan masyarakat dengan skor persentase persetujuan yang sama yaitu 80,00% sehingga seluruhnya termasuk kategori tingkat persepsi baik (Azami, 2018).

Sumber: https://anchorstates.net/lapan-bangun-observatorium-nasional-di-gunung-timau/