Hambatan-Hambatan Teknik Hubungan Sekolah dan Masyarakat

Hambatan-Hambatan Teknik Hubungan Sekolah dan Masyarakat

            Dalam menjalin hubungan antara sekolah dan masyarakat tentunya tidak selalu berjalan dengan lancer, melainkan terdapat hambatan-hambatan yang harus dihadapi. Menurut Pidarta dalam Benty & Gunawan (2015:103) menyatakan bahwa ada beberapa kendala mendasar yang dapat berdampak pada keharmonisan hubungan, kendala tersebut antara lain: (1) kurangnya pemahaman masyarakat akan pendidikan dan pemahaman warga sekolah mengenai hubungan sekolah dan masyarakat dibangun; dan (2) kurangnya komunikasi antara sekolah dan masyarakat, sehingga tercipta hubungan komunikasi satu arah yang

 

mengakibatkan sekolah tidak mengetahui keinginan masyarakat melainkan sekolah memaksakan kehendaknya kepada masyarakat. Dalam hal ini, hendaknya sekolah dapat mengetahui kendala-kendala tersebut untuk meminimalisir pengaruh negatif terhadap upaya pengembangan pendidikan.

Pada kenyataannya membuktikan bahwa proses komunikasi hubungan antara sekolah dan masyarakat menuai hambatan dan tidak selalu berjalan dengan lancer. Secara umum kendala-kendala yang sering ditemukan yaitu komunikasi yang terhambat dan tidak profesional, tindak lanjut program yang kurang lancar, dan pengawasan yang tidak terstruktur.Untuk mengatasi kendala tersebut, terdapat beberapa hal yang dapat dilakukan sebagai alternatif penyelesaiannya, yaitu: adanya laporan berkala mengenai berbagai kegiatan sekolah serta keuanggannya, dan diadakannya berbagai kegiatan yang dapat mengakrabkan antara pihak sekolah dengan masyarakat seperti dengan diadakannya kegiatan open house, kunjungan timbal balik, dan program kegiatan bersama seperti seni atau pertunjukan.

 

BAB III

PENUTUP

  1. Kesimpulan

Manajemen hubungan masyarakat merupakan pengelolaan hubungan atau komunikasi antara lembaga pendidikan dan masyarakat untuk saling bekerjasama dalam memajukan pendidikan. Dalam membangun hubungan lembaga pendidikan dan masyarakat agar terjalin secara baik, dalam pelaksanaannya memerlukan beberapa teknik. Teknik-teknik tersebut meliputi teknik pertemuan kelompok, teknik tatap muka, observasi dan partisipasi, serta surat menyurat dengan berbagai pihak yang berkaitan dengan penyelenggaraan pendidikan. Dengan adanya teknik-teknik tersebut diharapkan dapat menjalin hubungan yang efektif dengan masyarakat sekitar sekolah dan dapat meningkatkan partisipasi masyarakat dalam mengembangkan pendidikan.

Dalam kegiatannya sendiri humas memiliki dua macam kegiatan, yang pertama yaitu kegiatan internal dan eksternal. Kegiatan ini dilakukan dengan tujuan bahwa sekolah dapat mempublikasikan informasi baik dalam lingkup sekolah itu sendiri maupun lingkup masyarakat secara luas. Sehingga masyarakat dapat mengetahui dan berpartisipasi terhadap program-program yang akan dilaksanakan di sekolah tersebut.

baa jga :