Hubungan malaikat dengan manusia

Hubungan malaikat dengan manusia

Allah  mewakilkan kepada malaikat urusan semua makhluk termasuk urusan manusia. Jadi mereka mempunyai hubungan yang erat dengan manusia semenjak ia berupa sperma. Hubungan ini dijelaskan Imam Ibnul Qayyim dalam kitabnya “Ightsatul Lahfan”, beliau berkata, “…mereka diserahi urusan penciptaan manusia dari satu fase ke fase yang lain, pembentukannya, penjagaannya dalam tiga lapis kegelapan (yaitu pembungkus janin dalam rahim; dua khusus janin dan ketiga khusus rahim. Ketiga lapis itu adalah saqith, kuriyan dan aminus. Ketiganya berfungsi mencegah suara, cahaya dan panas sampai kepada janin, pen), penulisan rizqi, amal, ajal, nasib celaka dan bahagianya, menyertainya dalam segala ihwalnya, perhitungan ucapan dan perbuatannya, penjagaannya dalam hidupnya, pencabutan ruhnya ketika meninggal, pembawa ruhnya ketika meninggal, pembawa ruhnya ketika untuk diperlihatkan kepada Penciptanya.

Para malaikat-lah yang ditugasi mengurus adzab dan nikmat dalam barzakh dan sesudah kebangkitan. Mereka ditugasi membuat alat-alat kenikmatan dan adzab. Mereka yang meneguhkan (iman) bagi hamba yang mukmin dengan izin Allah , yang mengajarkan baginya apa yang bermanfaat, yang berperang membelanya. Merekalah para walinya (penolongnya) di dunia dan di akherat. Mereka yang menjajikannya kebaikan dan mengajak kepadanya, melarang kejahatan serta memperingatkannya. Maka mereka adalah wali dan ansharnya, penjaga dan mu’allim (pengajar)-nya, penasihat yang berdo’da dan beristighfar untuknya, yang selalu bershalawat atasnya selama ia mengajarkan kebaikan untuk manusia. Mereka yang memberi kabar gembira dengan karamah Allah  ketika tidur, mati dan ketika dibangkitkan. Merekalah yang membuatnya zuhud di dunia dan menjadikannya cinta kepada akheratnya. Mereka yang mengingatkannya ketika ia lupa, yang menggiatkannya ketika ia malas, dan menenangkannya ketika ia panik. Mereka yang mengupayakan kebaikan dunia dan akheratnya. Merekalah para utusan Allah I dalam mencipta dan mengurusnya. Mereka adalah safir (duta) penghubung antara Allah  dan hamba-Nya. Turun dengan perintah dari sisi-Nya di seluruh penjuru alam, dan naik kepada-Nya dengan perintah (membawa urusan).” (Kitab Ighatsatul Lahfan, II/125-126)

Sedangkan dalil-dalil keterangan di atas adalah Al-Qur’an dan As-Sunnah yang tentunya amat panjang jika disebutkan, disamping memang dalil-dalil itu terkenal dan masyhur. Wallohu a’lam.

  1. Keutamaan Malaikat

Malaikat-malaikat Allah memiliki beberapa keutamaan, di antaranya:

1)      Allah Ta’ala meng-idhofah-kan (menyandarkan) malaikat kepada Allah dengan idhoofatu tasyriif (penyandaran yang menunjukkan kemuliaan), seperti dalam firman-Nya,

مَنْ كَانَ عَدُوًّا لِّلَّهِ وَمَلاَئِكَتِهِ وَرُسُلِهِ وَجِبْرِيلَ وَمِيكَالَ فَإِنَّ اللَّهَ عَدُوٌّ لِّلْكَافِرِينَ {98}  

Barangsiapa yang menjadi musuh Allah, malaikat-malaikat-Nya, rasul-rasul-Nya, Jibril dan Mikail, maka sesungguhnya Allah adalah musuh orang-orang kafir” (QS. Al Baqoroh:98)

ءَامَنَ الرَّسُولُ بِمَآأُنزِلَ إِلَيْهِ مِن رَّبِّهِ وَالْمُؤْمِنُونَ كُلٌّ ءَامَنَ بِاللهِ وَمَلاَئِكَتِهِ وَكُتُبِهِ وَرُسُلِهِ{285}

Rasul telah beriman kepada Al Quran yang diturunkan kepadanya dari Tuhan-nya, demikian pula orang-orang yang beriman. Semuanya beriman kepada Allah, malaikat-malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya, dan rasul-rasul-Nya…” (QS. Al Baqoroh 285). Karena malaikat disandarkan pada Allah yang Maha Mulia, inilah yang menunjukkan kemuliaannya. (ed)

2)      Allah menggandengkan persaksian para malaikat dengan persaksian Allah, dan shalawat para malaikat dengan shalawat Allah, seperti dalam firman-Nya,

شَهِدَ اللهُ أَنَّهُ لآَإِلَهَ إِلاَّ هُوَ وَالْمَلاَئِكَةُ وَأُوْلُوا الْعِلْمِ قَآئِمًا بِالْقِسْطِ لآَإِلَهَ إِلاَّ هُوَ الْعَزِيزُ الْحَكِيمُ {18}

Allah menyatakan bahwasanya tidak ada Tuhan yang berhak disembah melainkan Dia. Yang menegakkan keadilan. Para malaikat dan orang-orang yang berilmu (juga menyatakan yang demikian itu). Tak ada Tuhan yang berhak disembah melainkan Dia. Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.” (QS. Ali Imron: 18)

3)       Allah menyifati para malaikat dengan mulia dan kemuliaan. Allah Ta’ala berfirman,

وَقَالُوا اتَّخَذَ الرَّحْمَنُ وَلَدًا سُبْحَانَهُ بَلْ عِبَادٌ مُّكْرَمُونَ {26}

Dan mereka berkata:”Tuhan Yang Maha Pemurah telah mengambil (mempunyai )anak. Maha Suci Allah, sebenarnya (malaikat-malaikat itu) adalah hamba-hamba yang dimuliakan” (QS. Al Anbiyaa’: 26)

4)       Allah menyifatinya dengan ketinggian dan kedekatan, sebagaimana dalam firman Allah,

يَشْهَدُهُ الْمُقَرَّبُونَ {21}

“ Yang disaksikan oleh malaikat-malaikat yang didekatkan kepada Allah.” (QS. Al Muthaffifin:21)

sumber :

https://radiomarconi.com/