Mendikbud Diprotes Sebut NTT di Bawah Rata-rata Nasional

Mendikbud Diprotes Sebut NTT di Bawah Rata-rata Nasional

Mendikbud Diprotes Sebut NTT di Bawah Rata-rata Nasional

Mendikbud Diprotes Sebut NTT di Bawah Rata-rata Nasional

Mendikbud Diprotes Sebut NTT di Bawah Rata-rata Nasional

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) belum lama ini diprotes Komunitas Pena Nusa Tenggara Timur

NTT) terkait pernyataannya mengenai hasil Programme for International Student Assessment (PISA). Kepala Biro Komunikasi dan Layanan Masyarakat Kemendikbud, Ari Santoso, mengklarifikasi hal tersebut.

Adapun konteks yang disampaikan Mendikbud adalah, sebagai salah satu sampel untuk laporan PISA, kualitas pendidikan di NTT masih di bawah rata-rata nasional.

“Mendikbud menekankan pentingnya pemerataan akses dan peningkatan mutu pendidikan di Indonesia. Saat ini Kemendikbud fokus mengatasi kesenjangan melalui berbagai program afirmasi, khususnya untuk Indonesia di bagian timur,” ujar Ari Santoso.

Ari Santoso menyampaikan, secara umum kondisi pembangunan manusia di NTT

masih di bawah rata-rata nasional. Indeks Pembangunan Nasional NTT sebesar 63,13; sedangkan rata-rata nasional sebesar 70,18. Capaian Ujian Nasional tahun 2016 provinsi NTT juga masih di bawah rata-rata nasional.

Adapun rata-rata nilai Uji Kompetensi Guru provinsi NTT di bawah rata-rata nasional, yakni 50 dari rata-rata nasional 56. Dan jumlah akreditasi sekolah juga masih rendah. “Sebanyak 70 persen sekolah di NTT belum terakreditasi,” ujarnya.

“Kemendikbud masih dan akan terus bekerja sama dengan pemerintah

daerah untuk meningkatkan kualitas dan mewujudkan pemerataan akses pendidikan di NTT. Setidaknya sudah ada sekitar Rp400 miliar dana bantuan penyediaan sarana dan prasarana pendidikan di NTT sejak tahun 2016,” tutur Ari.  (Kemendikbud/ IK-SS)

 

Baca Juga :