Panduan Investasi Dividend yield

Panduan Investasi Dividend yield

Panduan Investasi Dividend yield

Panduan Investasi Dividend yield

Panduan Investasi Dividend yield

Salah satu harapan dari investor dalam membeli saham adalah mendapatkan deviden. Dividend yield berguna untuk mengetahui berapa besar return yang akan diperoleh dari nilai investasi. Sebagai contoh, apabila harga saham pada saat pembelian sebesar Rp 3.000 dan deviden yang diperoleh sebesar Rp 150 per saham, maka dividend yield yang diperoleh sebesar 5%.

Bila rasio ini menghasilkan angka yang kecil, tidak berarti sahamnya tidak bagus, karena terkadang suatu perusahaan mempunyai kebijaksanaan untuk tidak membagi deviden kepada pemegang saham karena laba usaha dipergunakan lagi untuk investasi kembali. Tetapi investor masih dapat menikmati keuntungan dari naiknya harga saham di market apabila para pelaku pasar memberikan sentimen positif terhadap ekspansi perusahaan.

Di lain pihak, deviden yang tinggi juga tidak berarti bagus apabila pihak perusahaan salah perhitungan dalam pemberian deviden. Hasil yang didapat dari deviden akan hilang akibat dari persentase penurunan harga saham lebih besar dari return yang didapat dari deviden.

Langkah Menuju Sukses

mainsaham.com .:. Selamat bagi anda yang telah membaca bab-bab terdahulu karena anda telah mempunyai bekal untuk melangkah. Apa yang telah MainSaham.com berikan merupakan pengetahuan dasar. Masih banyak lagi pengetahuan dan teknik-teknik investasi yang bisa anda dapatkan dari literatur-literatur yang terdapat pada toko buku atau perpustakaan yang dapat membahas investasi secara mendalam.

Sebelum anda melangkah lebih jauh, MainSaham.com masih mempunyai bekal untuk menemani perjalanan anda. Apakah itu? Beberapa tips lanjutan yang perlu anda simak yaitu:

Atur portfolio investasi anda

Janganlah menaruh semua telur dalam satu keranjang. Apabila keranjangnya jatuh maka anda tidak memiliki telur lagi. Demikianlah pepatah yang sering kita dengar. Pepatah ini sungguh dapat diterapkan dalam strategi investasi. Janganlah anda menaruh semua uang anda ke dalam satu jenis investasi . Sebagai contoh apabila anda menaruh semua uang anda ke investasi saham, apabila dalam kondisi bursa saham sedang hancur dan kebetulan anda membutuhkan uang, maka anda “terpaksa” menjual saham anda sehingga dapat mengakibatkan kerugian, padahal bisa saja setelah beberapa waktu kemudian bursa saham sudah bagus kembali.

Contoh lain, apabila anda menginvestasikan semua uang anda dalam bentuk tabungan atau deposito di bank, dalam hal ini uang anda relatif lebih aman, tetapi return yang akan anda peroleh tentulah belum optimal.

Dalam hal berinvestasi di saham, pepatah di atas masih juga dapat diterapkan. Janganlah menaruh semua anggaran anda di saham pada satu saham saja. Apabila saham tersebut “hancur”, maka anda akan mengalami kerugian yang besar. Lebih bijaksana apabila anda mengatur portfolio saham anda. Setelah menetapkan besarnya anggaran anda untuk investasi di saham, maka pilihlah beberapa saham yang berlainan sektor ekonominya. Jika ada satu sektor ekonomi yang terpukul, misalnya properti, maka anda masih memiliki saham di sektor lain yang masih bagus, misalnya sektor barang konsumsi.

Baca Juga :