Pembedaan Hak Kebendaan

Pembedaan Hak Kebendaan

Berdasarkan ketentuan dalam Pasal 528 KUH Perdata, maka hak-hak kebendaan perdata yang dapat diperoleh dari suatu kebendaan meliputi:

  1. Hak Bezit atau Keadaan Berkuasa atas suatu benda.

Yang dimaksud dengan bezit menurut pasal 529 KUH Per adalah keadaan memegang atau menikmati suatu benda dimana seseorang menguasainya baik sendiri maupun dengan perantaraan orang lain, seolah olah itu adalah kepunyaannya sendiri

  1. Hak milik atas suatu benda

Menurut ketentuan pasal 570 KUHPdt, hak milik adalah hak untuk menikmati suatu benda dengan sepenuhnya, dan untuk menguasai benda itu dengan sebebas-bebasnya, asal tidak dipergunakan bertentangan dengan undang-undang atau peraturan umum yang diadakan oleh kekuasaan yang mempunyai wewenang untuk itu, semuanya itu dengan tidak mengurangi kemungkinan adanya pencabutan hak itu untuk kepentingan umum dengan pembayaran ganti kerugian yang layak dan menurut ketentuan undang-undang.

Cara memperoleh hak milik ditentukan dalam pasal 584 KUH Per meliputi:[7] Pendakuan, ialah memperoleh hak milik benda bergerak dengan cara mendaku dari barang-barang bergerak yang belum ada pemiliknya atau tidak ada pemiliknya.

1)      Ikutan atau perlekatan, ialah cara memperoleh hak milik benda bergerak karena benda itu mengikuti atau melekat pada benda lain (pasal 588 KUHPer). Contoh apabila seseorang memiliki sapi, kemudian sapi melahirkan maka anak sapi tersebut ikut menjadi milik orang tersebut.

2)      Verjaring atau kadaluarsa, ialah memperoleh hak milik dengan cara membezit terlebih dahulu benda itu kemudian setelah lampaunya jangka waktu bezitter menjadi pemilik benda itu.

3)      Pewarisan, ialah memperoleh hak milik dengan cara mendapat bagian warisan dari pewaris. Apabila pewaris meningganl dunia, demi hukum harta kekayaannya berpindah menjadi milik ahli waris.

4)      Penyerahan, ialah penyerahan suatu benda oleh pemilik atau atas namanya kepada orang lain, sehingga prang lain ini memperoleh hak milk atas benda itu. Jadi penyerahan di perlukan apabila hak milik suatu benda dipindahkan kepada orang lain oleh pemiliknya atau atas namanya.

  1. Hak Memungut Hasil

Menurut pasal 756 KUH Per hak memungut hasil dari barang orang lain seolah-oleh seperti pemilik dengan kewajiban untuk memlihara barang itu supaya tetap adanya. Apabila sesseorang mempunyai hak memungut hasil atas benda orang lain,maka orang tersebut memiliki hak:

1)      Untuk memungut hasilnya atau buahnya barang, misalnya ternak, tanah, rumah dan barang-barang yang menghasilakn buah.

2)      Hak untuk memakai barang tersebut, misalnya memakai/mempergunakan perkakas rumah, kendaraan, pakaian dan lain-lain.