Pengertian Pasar Uang Antar Bank

 Pengertian Pasar Uang Antar Bank

Menurut kamus Besar Bahasa Indonesia, yang dimaksud pasar uang antar bank adalah kegiatan pinjam meminjam dana jangka pendek antar bank yang dilakukan melalui jaringan komunikasi elektronik. Pengertian lain pasar uang antar bank merupakan kegiatan pinjam meminjam antara satu bank kepada bank lain, kegiatan ini pada dasarnya diperbolehkan Bank Indonesia. Pasar uang ini dilakukan oleh pejabat bank yang ditunjuk, dan melakukan tanggung jawab nya yaitu pinjam meminjam kepada bank lain. Selain dari unsur kepercayaan, sebagai tolok ukur yang benar adalah berdasarkan laporan keuangan bank.

Ikatan Akuntansi Indonesia (IAI), menyatakan bahwa informasi keuangan dapat membantu para pemakainya dalam manaksir potensi perusahaan menghasilkan laba. Suku bunga PUAB merupakan harga yang terbentuk dari kesepakatan pihak yang meminjam dan meminjamkan dana. Kegiatan di PUAB dilakukan melalui mekanisme over the counter (OTC) yaitu terciptanya kesepakatan antara peminjam dan pemilik dana yang dilakukan tidak melalui lantai bursa. Transaksi PUAB dapat berjangka waktu satu hari kerja sampai satu tahun, namun mayoritas transaksi berjangka waktu kurang dari 3 bulan.

  1. Tujuan pembentukan PUAB

Untuk membantu mengerahkan dana-dana masyarakat guna menunjang pelaksanaan pembayaran dan stabilisasi moneter. Maka perlu diciptakan prasarana-prasarana yang dapat membantu memperlancar mobilisasi dana-dana masyarakat tersebut. Langkah-langkah yang diambil antara lain dengan merintis pasar uang yang terorganisir, yaitu pasar uang antar bank (Interbank Callmoney Market). Pasar uang antar bank ini dimaksudkan untuk memenuhi kebutuhan dana-dana bank misalnya:

  1. Bank-bank yang sangat memerlukan dana tambahan untuk menutup kekalahan kliring pada hari yang bersangkutan dan atau memenuhi ketentuan kewajiban memelihara likuiditas.
  2. Bank-bank yang mempunyai kelebihan dana dapat menjadikan dana tersebut untuk earning assets dalam rangka mendapat rentabilitas yang optimal dengan cara meminjamkan hanya untuk waktu yang relatif pendek.
  1. Dasar Hukum Pembentukan PUAB

  1. Dasar Hukum :
  • Undang-Undang Nomor 7 Tahun 1992 tentang Perbankan sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 10 Tahun 1998
  • Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2002 tentang Surat Utang Negara
  • Undang-Undang Nomor 23 Tahun 1999 tentang Bank Indonesia sebagaimana telah beberapa kali diubah,terakhir dengan Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2009 tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2008 tentang Perubahan Kedua Atas Undang-Undang Nomor 23 Tahun 1999 tentang Bank Indonesia menjadi Undang-Undang
  • Undang-Undang Nomor 21 Tahun 2008 tentang Perbankan Syariah

 

Sumber :

https://urbanescapesusa.com/