Pengertian Penyakit Enfisema Dan Penyebab Penyakit Enfisema

Apa itu emfisema?

Emphysema adalah salah satu dari dua penyakit yang umum terjadi pada orang dengan penyakit paru obstruktif kronik (PPOK). Penyakit ini merusak kantong udara paru-paru (juga disebut alveoli) membuat mereka kehilangan elastisitas secara permanen.
Alveoli adalah tempat untuk pertukaran oksigen dan karbon dioksida di paru-paru. Alveoli yang rusak mengurangi kemampuan paru-paru untuk memasok oksigen ke darah.

Hingga saat ini, tidak ada obat untuk kerusakan alveoli. Artinya, penyakit ini tidak bisa disembuhkan. Namun, Anda bisa mencegahnya supaya kerusakannya tidak bertambah buruk.


Apa yang menyebabkan penyakit ini pada seseorang?

Salah satu alasan bahwa seseorang dapat terkena penyakit ini adalah paparan berlebihan terhadap zat-zat kimia, seperti asap rokok. Selain itu, paparan jangka panjang terhadap polusi udara dan risiko di tempat kerja juga dapat memicu kondisi ini.

Pada awalnya, paru-paru bisa menjadi meradang karena sering terpapar. Sebagai akibat dari paparan ini, paru-paru kehilangan elastisitasnya, menyempitkan saluran udara dan menghalangi aliran udara yang masuk. Gangguan pernapasan ini terjadi.
Merokok adalah alasan utama untuk semua penyakit paru-paru, termasuk emfisema. Faktor lain yang juga bisa menjadi penyebab penyakit ini adalah unsur genetik, meski pada kenyataannya cukup langka.
Siapa yang berisiko mengalami emfisema?

Biasanya, penyakit ini dialami oleh orang yang sudah lama merokok. Ini adalah alasan mengapa penyakit ini biasanya didiagnosis atau berhasil ditemukan hanya pada usia paruh baya atau tua. Tidak hanya pria, wanita juga berpotensi memiliki penyakit ini.

Menurut laporan oleh Kantor Surgeon General Departemen Kesehatan dan Layanan Kemanusiaan, perokok meningkatkan risiko mengembangkan emfisema 13 kali lipat (HHS, 2004). Bukan hanya perokok, orang yang terpapar asap rokok, bahkan perokok pasif pun berisiko terkena penyakit ini.
Selain asap rokok, polusi udara dan paparan bahan kimia lain, yang dapat diperoleh dari tempat kerja, juga menyebabkan seseorang berisiko terkena penyakit ini. Beberapa pekerja adalah contoh.
Selain polusi udara dan asap rokok, ada faktor risiko lain, selain kualitas udara, yang menyebabkan seseorang berisiko terkena penyakit ini. Penelitian menunjukkan bahwa bule lebih menderita emfisema daripada ras lainnya. Faktor genetik juga diketahui menyebabkan emfisema pada orang yang lebih muda. Namun, ini adalah kasus yang langka.

Baca Juga: