Pengertian Thaharah Dalil Tentang Tharah dan Kedudukannya

Pengertian Thaharah Dalil Tentang Tharah dan Kedudukannya

Pengertian Thaharah Dalil Tentang Tharah dan Kedudukannya

Pengertian Thaharah Dalil Tentang Tharah dan Kedudukannya

Pengertian Thaharah Dalil Tentang Tharah dan Kedudukannya

KENAPA THAHARAH DULU?

Kalau anda membuka kitab-kitab fiqih, niscaya akan anda dapati bahwa para ulama memulainya dengan kitab thaharah. Apa rahasia dan sebabnya?! Minimal ada tiga alasan di balik itu semua:

Pertama: Karena thaharah merupakan syarat sahnya shalat yang merupakan ibadah yang paling utama.

Kedua: Pembersihan itu sebelum perhiasan. Seperti kalau ada anak putri yang masih kotor penuh debu dan kita ingin memakaikan padanya baju baru dan perhiasan, apakah akan langsung kita pakaikan ataukah kita memandikannya terlebih dahulu?! Demikian pula thaharah, dia adalah pembersihan dan shalat adalah perhiasannya.

Ketiga: Sebagaimana seorang membersihkan badannya maka hendaknya dia juga membersihkan hatinya. Hal ini merupakan peringatan kepada pembaca atau penuntut ilmu agar meluruskan niatnya terlebih dahulu dari kotoran-kotoran hati.

 

Pengertian Thaharah

Thaharah menurut bahasa ialah bersih dan bersuci dari segala kotoran, baik yang nyata seperti najis, maupun yang tidak nyata seperti aib. Menurut istilah para fuqaha’ berarti membersihkan diri dari hadas dan najis, seperti mandi berwudlu dan bertayammum. (Saifuddin Mujtaba’, 2003:1)

Suci dari hadas ialah dengan mengerjakan wudlu, mandi dan tayammum. Suci dari najis ialah menghilangkan najis yang ada di badan, tempat dan pakaian.

 

Urusan bersuci meliputi beberapa perkara sebagai berikut:

  1. Alat bersuci seperti air, tanah, dan sebagainya.
  2. Kaifiat(cara) bersuci.
  3. Macam dan jenis-jenis najis yang perlu disucikan.
  4. Benda yang wajib disucikan.
  5. Sebab-sebab atau keadaan yang menyebabkan wajib bersuci.

Allah berfirman dalam Al-Qur’an:

Artinya:

“Mereka bertanya kepadamu tentang haidh. Katakanlah: “Haidh itu adalah suatu kotoran”. Oleh sebab itu hendaklah kamu menjauhkan diri dari wanita di waktu haidh; dan janganlah kamu mendekati mereka, sebelum mereka suci. Apabila mereka telah suci, maka campurilah mereka itu di tempat yang diperintahkan Allah kepadamu. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang taubat dan menyukai orang-orang yang mensucikan diri. (QS. 2:222)

 

Adapun thaharah dalam ilmu fiqh ialah:

  1. Menghilangkan najis.
  2. Berwudlu.
  3. Mandi.
  4. Tayammum.

Alat yang terpenting untuk bersuci ialah air. Jika tidak ada air maka tanah, batu dan sebagainya dijadikan sebagai alat pengganti air.

 

Macam-macam air

Air yang dapat dipergunakan untuk bersuci ada tujuh macam:

  1. Air hujan.
  2. Air sungai.
  3. Air laut.
  4. Air dari mata air.
  5. Air sumur.
  6. Air salju.
  7. Air embun.

 

Pembagian air

Air tersebut dibagi menjadi 4, yaitu :

  1. Air mutlak (air yang suci dan mensucikan), yaitu air yang masih murni, dan tidak bercampur dengan sesuatu yang lain.
  2. Air musyammas(air yang suci dan dapat mensucikan tetapi makhruh digunakan), yaitu air yang dipanaskan dengan terik matahari di tempat logam yang bukan emas.
  3. Air musta’mal(air suci tetapi tidak dapat mensucikan), yaitu air yang sudah digunakan untuk bersuci.
  4. Air mutanajis(air yang najis dan tidak dapat mensucikan), yaitu air telah kemasukan benda najis atau yang terkena najis.

Sumber : https://blog.dcc.ac.id/contoh-teks-ulasan/