Program Kabinet Natsir

Program Kabinet Natsir

  • Mempersiapkan dan menyelenggarakan Pemilihan Umum untuk Dewan Konstituante dalam waktu yang singkat.
  • Mencapai konsolidasi dan menyempurnakan susunan Pemerintahan serta membentuk peralatan Negara yang bulat berdasarkan Pasal 146 di dalam Undang-Undang Dasar Sementara 1950.
  • Menggiatkan berbagai usaha untuk mencapai keamanan dan ketenteraman.
  • Mengembangkan dan memperkokoh kekuatan perekonomian rakyat sebagai dasar bagi pelaksanaan kegiatan perekonomian nasional yang sehat serta melaksanakan keragaman dan kesamarataan hak antara buruh dan majikan.
  • Membantu pembangunan perumahan rakyat serta memperluas berbagai usaha untuk meningkatkan kualitas manusia dalam hal kesehatan dan kecerdasan.
  • Menyempurnakan organisasi Angkatan Perang dan pemulihan mantan anggota-anggota tentara dan gerilya ke dalam masyarakat.
  • Memperjuangkan dan mengusahakan penyelesaian masalah perebutan wilayah Irian Barat dalam waktu yang singkat.

Pencapaian Kabinet Natsir

Dalam menjalankan tugas pemerintahan, pasti sebuah kabinet bisa meraih pencapaian-pencapaian tertentu. Meski secara keseluruhan mungkin ada yang menilai gagal, setidaknya tetao ada satu atau dua program atau agenda yang bisa dilakukan atau mencapai target. Atau setidaknya bisa memperbaiki suatu kondisi menjadi lebih baik. Begitu halnya dengan Kabinet Natsir, tentu dalam kurun masa kekuasaannya memiliki pencapaian prestasi dan keberhasilan yang berhasil didapatkan. Di bawah ini adalah beberapa pencapaian Kabinet Natsir dalam masa kekuasaannya.

Keberhasilan yang dicapai Kabinet Natsir yang menonjol diantaranya adalah di bidang ekonomi yang di situ ada Sumitro Plan yang berhasil mengubah ekonomi yang pada awalnya adalah ekonomi kolonial menjadi ekonomi nasional. Selain itu, Indonesia juga berhasil masuk PBB dan terjadi perundingan antara Belanda dan Indonesia mengenai masalah Irian Barat untuk pertama kalinya. Meski memiliki beberaa keberhasilan, namun program kerja Kabinet Natsir bukan tanpa kendala atau masalah. Ada beberapa kendala dan masalah yang harus dihadapi oleh Kabinet Natsir untuk menjalankan dan mensukseskan program kerjanya.

Pada program di bidang ekonomi, dalam penerapan Sumitro Plan, tidak bisa berjalan dengan maksimal. Hal ini karena para pengusaha yang diberikan bantuan banyak diselewengkan sehingga banyak yang tidak mencapai sasaran. Kemudian upaya perjuangan dan diplomasi mengenai masalah Irian Barat mengalami kebuntuan alias mengalami kegagalan. Selain itu, Kabinet Natsir nampaknya belum bisa terlepas dari masalah keamanan yang berupa masih adanya pemberontakan yang hampir menyerang seluruh wilayah Indonesia. Banyak gerakan kedaerahan yang berusaha melakukan pemberontakan kepada pemerintah, seperti misalnya Gerakan DI/TII, Gerakan Andi Azis, Gerakan APRA, Gerakan RMS. Selain itu, seringnya mengeluarkan Undang Undang darurat juga menjadi kendala Kabinet Natsir yang kemudian sering mendapatkan kritik dari oposisi.

Sumber: https://www.gurupendidikan.co.id/usaha-barbershop/