Runtuh Dan Berakhirnya Kekuasaan Kabinet Natsir

Runtuh Dan Berakhirnya Kekuasaan Kabinet Natsir

Pada akhirnya, kekuasaan Kabinet Natsir ini pun juga mengalami kemunduran yang pada akhirnya membawa kepada keruntuhan kekuasaan. Ada beberapa penyebab yang membuat Kabinet Natsir runtuh dan kehilangan kekuasaan. Penyebab utama dari keruntuhan kabinet Natsir ini adalah kegagalan dalam kabinet tersebut dalam menyelesaikan masalah Irian Barat. Kemudian ditambah lagi adanya mosi tidak percaya dari PNI terkait dengan pencabutan Peraturan Pemerintah mengenai DPRD dan DPRDS. Peraturan pemerintah tersebut dianggap PNI terlalu menguntungkan Masyumi, dan mosi dari PNI ini pun diterima oleh parlemen sehingga Natsir harus mengembalikan mandatnya kepada Presiden.
Selain mosi tidak percaya dari PNI yang disetujui parlemen, ada mosi tidak percaya dari parlemen terkait kegagalan Kabinet Natsir dalam perundingan antara Indonesia dengan Belanda terkait Irian Barat. Tekanan yang bertubi-tubi ini kemudian sampai pada puncaknya yaitu kejatuhan Kabinet Natsir pada tanggal 21 Maret 1951 dan kemudian Natsir pun mengembalikan mandatnya kepada Presiden Soekarno.

 

Kesimpulan

Kabinet Natsir adalah kabinet pertama yang dibentuk setelah pembubaran negara Republik Indonesia Serikat, dan kembali menjadi Negara Kesatuan Republik Indonesia. Kabinet ini bertugas sejak tanggal 6 September 1950 hingga 20 Maret 1951.
Program Kabinet
Mempersiapkan dan menyelenggarakan Pemilihan Umum untuk Dewan Konstituante dalam waktu yang singkat.
Mencapai konsolidasi dan menyempurnakan susunan Pemerintahan serta membentuk peralatan Negara yang bulat berdasarkan Pasal 146 di dalam Undang-Undang Dasar Sementara 1950.
Menggiatkan berbagai usaha untuk mencapai keamanan dan ketenteraman.
Mengembangkan dan memperkokoh kekuatan perekonomian rakyat sebagai dasar bagi pelaksanaan kegiatan perekonomian nasional yang sehat serta melaksanakan keragaman dan kesamarataan hak antara buruh dan majikan.
Membantu pembangunan perumahan rakyat serta memperluas berbagai usaha untuk meningkatkan kualitas manusia dalam hal kesehatan dan kecerdasan.
Menyempurnakan organisasi Angkatan Perang dan pemulihan mantan anggota-anggota tentara dan gerilya ke dalam masyarakat.
Memperjuangkan dan mengusahakan penyelesaian masalah perebutan wilayah Irian Barat dalam waktu yang singkat.

Sumber: https://www.gurupendidikan.co.id/jasa-penulis-artikel/