Sampah Popok Bayi Diduga Bukan dari Desa Brangkal

Sampah Popok Bayi Diduga Bukan dari Desa Brangkal

Sampah Popok Bayi Diduga Bukan dari Desa Brangkal

Sampah Popok Bayi Diduga Bukan dari Desa Brangkal

Sampah Popok Bayi Diduga Bukan dari Desa Brangkal

Sampah rumah tangga dan popok bayi yang menggunung di pinggir aliran Sungai Brangkal dan tercecer

di atas Jembatan Kali Brangkal diduga bukan berasal dari warga Desa Brangkal, Kecamatan Sooko, Kabupaten Mojokerto.

Hal tersebut ditegaskan Kepala Desa (Kades) Brangkal, Sadi. “Yang membuang itu bukan warga Brangkal karena Desa Brangkal sudah ada gerobak sampah. Ada dua, tiap KK ditarik Rp15 ribu sampai Rp20 ribu,” ungkapnya, Selasa (12/2/2019).

Masih kata Kades, setiap hari petugas sampah mengambil sampah warga di pagi hari

. Sampah rumah tangga tersebut langsung dikirim ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) yang ada di Kota Mojokerto. Sehingga pihaknya memastikan jika yang membuang sampah bukan warga Desa Brangkal.

“Malam jam 2, jam 3, orang berangkat ke pasar sengaja membuang jadi buangnya tidak siang hari.

Jadi pengawasannya sulit memang. Tercecer ini ada ulah tertentu, biar masyarakat Brangkal resah untuk masalah sampah. Bukan warga Brangkal yang buang, saya jamin” katanya.

Kades menjelaskan, pihak Desa Brangkal sudah merencanakan akan membangun tembok penghalang agar warga tidak membuang sampah di lokasi tersebut. Anggaran sekitar Rp100 juta tersebut berasal dari Anggaran Pendapatan Belanja Desa (APBDes) tahun 2019 ini.

 

Baca Juga :