Saya Wakafkan Waktu Mengajar di SMA

Saya Wakafkan Waktu Mengajar di SMA

 

BANDUNG – Kehadiran sekolah sebagai rumah kedua bagi anak sangat diperlukan saat ini

terutama untuk jenjang sekolah menengah, dalam kondisi yang aman, nyaman dan tanpa kekerasan. Dengan begitu, sekolah bisa membuat anak senang bersekolah dan bisa menyiapkan anak didiknya sebagai calon pemimpin bangsa.

Hal ini ini disampaikan Dr Hj Netty Prasetyani MSi, ketua Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Jawa Barat, kemarin (10/1).

”Ini tantangan bagi kita setelah SMA dikelola Jawa Barat,” ujar Netty

di hadapan para kepala sekolah dan pengawas SMA/SMK dalam rapat koordinasi pengelolaan SMA/SMK se Jawa Barat di Gedung Pusdai.

Menurut Netty, tantangan menghadirkan sekolah sebagai rumah kedua bertujuan menciptakan pendidikan karakter kokoh bagi anak berseragam putih abu. Dengan begitu, anak akan memiliki jati diri kuat. Karakter tidak dibentuk dengan cara mudah. Tapi, melalui tantangan dan hambatan. Oleh karena itu, hasil dari pendidikan karakter bisa menjawab tantangan masa depan.

”Kita ingin bersama-sama menyiapkan generasi masa depan para pemimpin Jawa Barat.

Tentu saja, kita yakin dan percaya calon pemimpin itu akan lahir dari tangan dingin bapa dan ibu guru,” terang perempuan kelahiran 15 Oktober 1969 ini.

Melihat tantangan ini, Netty menegaskan, akan mewakafkan waktunya untuk mengajar di SMA. Ikut bersama para guru dan SMA di Jawa Barat menyiapkan generasi emas Indonesia. Generasi masa depan yang bisa memanfaatkan sumber daya alam di tanah air bermanfaat bagi masyatakat. Dengan begitu, penduduk Indonesia tidak menjadi penonton di negeri sendiri. ”Saya akan mewakafkan waktu saya belajar di SMA. Saya siap jadi gurunya. Untuk ikut melaksanakan pendidikan di masyarakat,” terang perempuan yang sempat jadi Kepala Sekolah Taman Kanak-kanak di Karawang itu.

Dirinya menambahkan, proses alih kelola harus didukung secara bersama-sama untuk

memberikan diferensiasi SMA di Indonesia. Dengan harapan, jauh lebih baik kondisinya setelah dikelola Jawa Barat. Ini jadi resolusi tahun 2017.

”Kang Aher (Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan) tidak akan menyia-nyiakan para bapa dan ibu sebagai soko guru peradaban. Pendidikan inilah yang akan mengubah wajah kita. Juga wajah bangsa ini,” ungkap dia.

Salah seorang peserta rapat, Kepala SMAN 6 Kota Cirebon Hj. Etty Nur Rochaeni MPd menyambut baik ajakan Netty bersama memajukan pendidikan Jawa Barat pascaalih kelola dari kabupaten/kota ke Provinsi Jawa Barat. Tarmasuk membuat sekolah ramah anak berbasis tanpa kekerasan. ”Kami tunggu kehadiran ibu di sekolah kami ya bu,” ucap dia disambut aplaus peserta rapat lainnya.

 

Baca Juga :