Strategi Pendidikan Keluarga

Strategi Pendidikan Keluarga

Strategi Pendidikan Keluarga

Strategi Pendidikan Keluarga

Pendekatan pendidikan keluarga adalah secara terpadu, seimbang antara pendekatan endogenous ( menimbulkan dari dalam ) dan conditioning ( pembisaan, mempengaruhi dari luar ) serta enforcement ( pemaksaan ).

Anak-anak dalam keluarga sangat kuat proses identifikasinya kepada orang tua dalam berbagai tingkah laku, cara berfikir dan cara menyikapi tentang suatu keadaan. Di samping faktor keteladanan, faktor pembiasaan yang didasarkan atas cinta kasih merupakan sarana / alat pendidikan yang besar pengaruhnya bagi pembentukan budi pekerti dan moral.

Di dalam keluarga yang religius terjadi interaksi interpersonal yang bernilai sosial edukatif dan religius. Dan pendidikan agama itu perlu disesuaikan dengan taraf kematangan anak, tingkat penalaran, emosi, bakat, pengetahuan dan pengalamannya. Orang tua yang efektif dalam proses pendidikan ditentukan oleh kemampuannya dalam membimbing dan mengarahkan serta memecahkan persoalan-persoalan secara demokratis.

Strategi lain dalam mengembangkan pendidikan dalam keluarga adalah dengan konsep tumbuh kembang anak yang pertumbuhan fisik dan otak serta perkembangan motorik, mental, sosio-emosional dan perkembangan moral spiritual. Ada 3 konsep penting yang mencakup aktivitas yakni pola suh, pola asah dan pola asih.

Strategi yang dapat digunakan oleg orang untuk mengembangkan moral dan keterampilannya, yaitu :

  1.  Bantulah anak untuk menemukan sendiri tujuan hidupnya.
  2. Bantulah anak mengembangkan perilaku yang dibutuhkan untuk mencapai tujuan hidupnya.
  3.  Jadilah figur ideal bagi anak dalam berperilaku.
  4. Beri semangat dan gugah hati anak untuk berperilaku terpuji.

Sumber :

https://robinschone.com/keychord-apk/