Tiongkok Bikin Pengadilan Internet Kedua, Ini Fungsinya

Tiongkok Bikin Pengadilan Internet Kedua, Ini Fungsinya

Tiongkok Bikin Pengadilan Internet Kedua, Ini Fungsinya

Pemerintah Tiongkok ternyata memiliki Pengadilan Internet. Bahkan pada Minggu (9/9), negeri Tirai Bambu itu resmi membuka pengadilan internet yang kedua.

Sebagaimana di lansir JawaPos.com dari laman TheDailyStar, Selasa (11/9) kemarin, dibukanya pengadilan internet yang kedua itu tidak lain untuk mengatasi meningkatnya sengketa ataupun masalah di dunia maya. Pengadilan yang kedua ini berlokasi di Beijing, terletak di zona teknologi distrik Fengtai di barat daya ibu kota. Sementara Pengadilan Internet pertama yang dibuka tahun lalu terletak di Hangzhou.

Pengadilan Internet kedua di Beijing akan berfokus menangani kasus hak kekayaan intelektual dan internet. Kasus tersebut seperti perselisihan yang melibatkan pinjaman online, kontrak belanja online, dan masalah hak cipta online. Dari sana, Mahkamah Agung Rakyat juga akan menulis interpretasi peradilan online.

“Banyak perusahaan internet dan teknologi yang berbasis di kota membawa kemakmuran dunia maya serta booming dalam sengketa terkait,” kata juru bicara Pengadilan Tinggi Beijing An Fengde pada Minggu setelah resmi membuka Pengadilan Internet.

Berdasarkan data Pengadilan Tinggi Beijing, lanjutnya, dari Januari hingga Agustus tahun ini ada sebanyak 37.631 kasus terkait internet diajukan di Beijing dengan peningkatan 24,4 persen dari tahun ke tahun.

“Kami berharap para pengaju perkara akan memiliki akses ke layanan hukum

yang lebih efisien dan lebih cepat di pengadilan, juga dilengkapi dengan perangkat berteknologi tinggi. Informasi pribadi mereka akan sepenuhnya dilindungi. Pengadilan juga akan menjadi dasar untuk mempelajari sengketa online jenis baru dan isu-isu panas di industri,” kata An.

Liu Shuhan, seorang hakim di pengadilan, mengatakan bahwa salah satu fitur utamanya adalah bahwa orang yang berperkara dapat menangani tuntutan hukum mereka sepenuhnya secara online. Sehingga, mereka tidak diharuskan mendatangi pengadilan guna melaporkan kasus.

Liu menjabarkan, pengacara dapat mengajukan materi, melacak tuntutan hukum mereka

, menghadiri sidang kasus, dan berkomunikasi dengan hakim setelah mendaftarkan akun di situs

web bjinternet.go Identitas mereka akan dikonfirmasi oleh pengenalan wajah dan teknologi otentikasi nama yang nyata.

“Kenyamanan pengadilan ini berasal dari perangkat berteknologi tinggi.

Sebagai contoh, kami memiliki sistem pembuatan dokumen otomatis yang menulis informasi standar dalam putusan, hanya menyisakan spesifik kasus kepada hakim. Lainnya ada juga sistem pengiriman

 

sumber :

https://works.bepress.com/m-lukito/10/