UI Raih Emas Kompetisi Rekayasa Genetik

UI Raih Emas Kompetisi Rekayasa Genetik

UI Raih Emas Kompetisi Rekayasa Genetik

UI Raih Emas Kompetisi Rekayasa Genetik

UI Raih Emas Kompetisi Rekayasa Genetik

Depok – Tim mahasiswa Universitas Indonesia (UI) berhasil meraih medali emas alam ajang International

Genetically Engineering Machine (IGEM) Competition di Boston, Amerika Serikat.

“Tim UI mempresentasikan proyek inovasi berupa alat diagnosis difteri menggunakan bakteri rekombinan yang diharapkan mampu lebih mudah, cepat, dan murah untuk memberikan penanganan diagnosis difteri yang baik untuk Indonesia,” kata Kepala Humas dan KIP UI Rifelly Dewi Astuti, di kampus UI Depok, Selasa (13/11/2018)

Tim mahasiswa UI terdiri atas 14 mahasiswa lintas program studi yang keberangkatannya ke Amerika diwakili oleh Andrea Laurentius (FKUI 2016), Galuh Widyastuti (FKM UI 2016), Glory Lamria (FTUI 2015), dan Valdi Japranata (FKUI 2015).

Presentasi hasil penelitian dilakukan di hadapan juri yang terdiri dari pakar di bidang genetic engineering

dunia seperti Senior Staff MIT Lincoln Laboratory, Bioengineering Group, Director of the Competition – iGEM Foundation.

Ketua Tim Valdi Japranata mengatakan penelitian ini bertujuan untuk mewujudkan alat diagnostik wabah difteri di Indonesia yang terjangkau dan aman. “Kami meneliti metode alternatif untuk mendeteksi toxin difteria dengan mengintegrasikan sistem kemotaksis Escherichia coli dengan reseptor heparin-binding EGF-like growth factor (HB-EGF) dan system fluorescence resonance energy transfer (FRET), yang terdiri atas gen LuxAB dan enhanced yellow fluorescence protein (eYFP),” ujarnya seperti dilansir Antara.

Ia mengatakan hasil dari penelitian ini diharapkan dapat diintegrasikan sistem kemotaksis

. Ke depannya jika ada investor yang tertarik, bisa integrasikan  sistem ini ke e-coli. End product-nya bisa lebih mudah, murah, dan cepat.

Selain menjalankan proyek penelitian, tim ini juga menjalankan proyek sosial untuk berupaya meningkatkan kesadaran terhadap difteri.

Tim Finding Diphty melakukan Penyuluhan Masyarakat yang meliputi kunjungan sosial ke Desa Cikidang, Jawa Barat serta melakukan edukasi terhadap masyarakat dengan forum diskusi pelajar yang bekerjasama dengan Nanyang Technological University, Singapura.

IGEM 2018 merupakan kompetisi rekayasa genetika terbesar di dunia dengan jumlah peserta 321 tim dari lebih dari 100 negara. Kompetisi International Genetically Engineered Machine (iGEM) adalah kompetisi paling bergengsi di bidang genetika dan biologi molekuler.

 

Sumber :

https://t.me/belajarngeblogbareng/13