Ujian Nasional Dihapus, Apa Kata Presiden Joko Widodo

Ujian Nasional Dihapus, Apa Kata Presiden Joko Widodo?

Ujian Nasional Dihapus, Apa Kata Presiden Joko Widodo?

Ujian Nasional Dihapus, Apa Kata Presiden Joko Widodo

Ujian Nasional Dihapus, Apa Kata Presiden Joko Widodo

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim,

menghapus sistem Ujian Nasional (UN) mulai tahun 2021. Hal ini ditetapkan oleh Mendikbud pada Rabu (11/12) dalam peluncuran empat program pokok kebijakan pendidikan “Merdeka Belajar”.

Program tersebut meliputi Ujian Sekolah Berstandar Nasional (USBN), Ujian Nasional (UN), Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), dan Peraturan Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) Zonasi.

Hal ini ternyata telah disetujui dan didukung oleh Presiden Joko Widodo, Moms.

“Sudah diputuskan oleh Mendikbud bahwa UN mulai tahun 2021 sudah dihapus. Artinya sudah tidak ada UN lagi tahun 2021,” kata Jokowi usai meresmikan Tol Layang Jakarta Cikampek di Cikarang, Kamis (12/12).
“Saya kira kita mendukung apa yang sudah diputuskan Mendikbud,” tambahnya.
PENYERAHAN DIPA DAN DAFTAR ALOKASI TRANSFER DAERAH
Presiden Joko Widodo (kanan) menyerahkan DIPA dan Daftar Alokasi Transfer Daerah kepada Mendikbud Dikti Nadiem Makarim di Istana Negara, Jakarta. Foto: ANTARA FOTO/Puspa Perwitasari

Tak hanya menyatakan dukungannya, Presiden Joko Widodo juga turut

menjelaskan tentang rencana pelaksanaan Ujian Nasional yang akan diganti dengan sistem penilaian lain yakni asesmen kompetensi.
“Yang diasesmen adalah sekolah, guru dan juga ada yang namanya survei karakter. Dari situ bisa dijadikan evaluasi pendidikan kita sampai ke level mana. Nanti sudah dihitung,” ujar dia.

Lebih lanjut Jokowi menjelaskan, “Artinya mau tidak mau nanti setiap sekolah akan ada angka-angkanya, yang angkanya di bawah grade tentu saja harus diperbaiki dan diinjeksi sehingga bisa naik levelnya. Akan kelihatan sekolah mana yang perlu disuntik.”
Mendikbud Nadiem Makarim sebelumnya memastikan Ujian Nasional (UN) terakhir kali bakal dilaksanakan tahun 2020. Untuk tahun 2021, UN akan diganti dengan asesmen kompetensi minimum dan survei karakter.
“Penyelenggaraan UN tahun 2021 akan diubah menjadi Asesmen Kompetensi Minimum dan Survei Karakter, yang terdiri dari kemampuan bernalar menggunakan bahasa (literasi), kemampuan bernalar menggunakan matematika (numerik), dan penguatan pendidikan karakter,” jelas Nadiem seperti tercantum dalam siaran pers yang diterima kumparanMOM pada Rabu (11/12).
Mendikbud juga mengatakan, “Arah kebijakan ini juga mengacu pada praktik baik pada level internasional seperti PISA dan TIMSS.”
Ilustrasi anak mengerjakan tes matematika
ilustrasi anak mengerjakan ujian Foto: Shutterstock
Psikolog dari Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Bandung, yang juga merupakan praktisi dan pemerhati pendidikan menjelaskan, hasil PISA yang tidak menggembirakan merupakan refleksi melakukan sasaran balik.

 

Baca Juga :